Selasa, 26 September 2017

Memahami Cara Kerja Kampanye Hitam di Sosial Media



Di era informasi modern ini, kita tak bosan – bosannya melihat berbagai macam pesan informasi, baik yang baik ataupun yang buruk. Dalam hal ini biasanya ketika menjelang Pemilu terkait gubernur, presiden dan lain – lain akan hadir bersliweran di dunia maya. Sebenarnya kampanye hitam juga bisa terkait bisnis atau ekonomi ataupun ruang lingkup sosial lainnya yang tujuannya sangat buruk dan berdampak buruk bagi orang yang melihat, mendengar dan membacanya.

Yang akan dibahas disini adalah bagaimana kampanye hitam itu bergerak di dunia maya atau sosial media.
Secara umum yang disebut dengan kampanye hitam adalah menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon/ sekelompok orang/ partai politik/ pendukung seorang calon, terhadap lawan mereka. Ini berbeda dengan menyampaikan kritik  terhadap visi dan misi atau program calon tertentu; yang tidak tergolong black campaign.
Contoh kampanye hitam hingga saat ini terkait politik misal Pak Jokowi yang keturunan Cina, lalu isu rush money, duit bergambar logo PKI.

Kampanye hitam sendiri merupakan bentuk dari propaganda bersifat hitam, yaitu propaganda yang dilancarkan secara licik sebagai senjata taktis untuk menipu, penuh kepalsuan, tidak jujur, tidak mengenal etika dan cenderung berpikir sepihak. Propaganda ini tidak menunjukkan sumber yang sebenarnya, bahkan kerap juga menuduh sumber lain yang melakukan kegiatan tersebut. Propaganda ini juga disebut propaganda terselubung. Ibarat menghantam dengan meminjam tangan orang lain, kerap digunakan saat suasana genting atau pada waktu perang menjatuhkan moral lawan.
Lalu bagaimana kampanye hitam itu bekerja, simak penjelasan berikut:
  1. Apa tujuan kampanye hitam?


Sama dengan pengertiannya, tujuan kampanye hitam tak jauh dari menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon/ sekelompok orang/ partai politik/ pendukung seorang calon, terhadap lawan mereka. Dalam hal ini tujuan kampanye hitam adalah menanamkan gagasan bahwa pihak yang dimusuhi itu identik dengan hal yang buruk. Selain itu juga memperlemah gagasan, citra, elektabilitas, dukungan dll dari pihak lawan atau pihak yang dimusuhi dalam konteks politik, sosial atau ekonomi dan budaya. Merubah pemikiran orang yang tadinya suka menjadi tidak suka, yang tadinya tidak suka diperkuat semakin tidak suka.
  1. Pesan dari kampanye hitam dan bentuknya


Dalam pesan kampanye hitam, unsur utamanya tak jauh – jauh dari image atau citra, penilaian orang terhadap suatu hal, dan disini ada dua citra yaitu citra baik dan citra buruk. Citra baik digunakan untuk menarik perhatian orang, disukai orang, dicintai orang, dan emosi positif lainnya. Sedangkan citra buruk digunakan untuk dijauhi orang, dibenci orang, dimusuhi orang, dan emosi negatif lainnya.
Para pembuat kampanye hitam akan menggunakan citra buruk sebagai unsurnya untuk melawan para pesaingnya atau pihak yang dimusuhi baik politik atau ekonomi. Lalu bagaimana bentuknya? Bentuknya sebenarnya beragam namun yang sering ditemukan adalah labelisasi dan mengasosiasikan sikap dan perilaku buruk kepada sosok yang dimusuhi.

Contoh yang sering ditemui adalah label – label negatif yang dikaitkan dengan rival atau pihak yang dimusuhi misalnya label antek asing, antek Amerika, Komunis, Yahudi, Syiah, Panasbung, Panastak, Kecebong, Onta, Domba, Ateis, Sekuler, Liberal, Cina, Iran, Rusia, Israel, Radikal dan lain – lain. Sebagai contoh ada sebuah tulisan baik pendek atau panjang dengan judul heboh misalnya Pak Wanahog adalah antek asing Amerika, nama aslinya adalah John Hog lahir di ini itu dan seterusnya. Tak lupa ada foto dimana Pak Wanahog memakai kaos bendera Amerika di negara Amerika.

Disini pihak pembuat kampanye hitam ingin memberikan label buruk ke Wanahog yaitu Amerika, lalu kenapa Amerika. Mungkin karena menurut pemikiran mereka, Amerika adalah negara yang suka menjajah jadi mereka mengkaitkan Wanahog dengan negara penjajah yang seolah Wanahog adalah orang yang berteman dengan penjajah sehingga secara gak langsung Wanahog antek penjajah dan merupakan orang yang buruk sehingga pantas untuk dimusuhi, dijauhi bahkan dibenci walau hoax atau fakta sekalipun.

Contoh lain misalnya Bob Rozoq tertangkap kamera seperti sedang mau mukul orang didepannya. Disini orang akan memasang gambarnya dengan tulisan seolah Bob adalah orang yang kasar. Padahal dia itu sedang menangkap nyamuk. Lalu kenapa terkait dengan kasar, karena orang kasar mungkin identik dengan orang jahat, ketika orang melihatnya, mereka akan gregetan dan jengkel terhadap si Bob sehingga mereka memusuhi si Bob.

Pada dasarnya tulisan mereka berbau kehebohan, provokatif, tendensius, kontroversi, hoax, bahasa yang kurang sopan atau kasar, bahkan berbau sentimen suku, agama, ras , antargolongan atau sara. Padahal mengkaitkan kejahatan dengan sara saja udah salah apalagi provokatif dan hoax.
  1. Siapa targetnya?

Targetnya ada tiga yaitu orang yang sepemahaman dengan mereka atau pro dengan mereka, netral atau tak memihak, lalu yang kontra atau tidak sepemahaman dengan mereka. Pada umumnya target mereka adalah remaja, dewasa mungkin bisa anak – anak, yang tidak bisa berpikir kritis, dan mengedepankan emosional ketimbang logika seperti mereka yang dengan mudah memberi like pada pengemis like karena gambar atau video yang menyentuh hati.
  1. Melalui media komunikasi sosial media apa saja dan penyebarannya?


Media di sosial media seperti facebook, twitter, instagram yang bisa menjangkau luas orang banyak, bahkan termasuk forum internet sekalipun.

Dalam sosial media misal seperti facebook mereka bisa ditemukan dan menyebarkan kampanye hitam baik di beranda atau sebuah grup terutama grup politik terutama terkait kubu atau partai tertentu, agama terutama grup yang radikal dan konservatif, sosial, ekonomi bahkan grup alay sekalipun.

Dalam sewaktu – waktu dalam isu tertentu misal kampanye politik dalam sehari mungkin mereka bisa berkali – kali mengirimkan pesan black campaign ke lebih dari satu atau dua grup. Belum lagi dengan akun kloningan yang banyak. Biasanya mereka akan menggunakan nama akun yang terlihat religius, alay atau mungkin terlihat identik dengan kubu yang dibelanya misal tambahan nama calon, parpol dukungannya. Dengan gambar profile picture yang terlihat religius, ganteng, cantik, terkadang absurd atau logo parpol atau nomor calon yang didukungnya agar dapat menarik perhatian. Siapa yang gak tertarik dengan penampilan alim, ganteng dan cantik. Biasanya ada akun yang baru dibuat untuk memblow up isu – isu tertentu pada waktu tertentu, alias bukan akun yang seolah lama.

Terkadang yang dishare juga berberuk situs abal – abal yang tidak kredibel dengan judul dan tulisan artikel yang provokatif atau berunsur hasutan kebecian, tendensius, heboh, dengan bahasa kasar dan tidak sopan dan tidak beretika.

  1. Efek yang diharapkan.


Efek yang diharapkan tentunya dengan citra buruk tadi orang akan menjauhi, membenci, memusuhi dan dalam tahap aksi orang akan menolak pihak yang dimusuhi jika pergi ke kawasan mereka, tidak mencoblos calon yang dimusuhi, tidak memberi dukungan dan beralih ke calon lain, tidak menggunakan atau membeli karena produk tersebut tidak aman atau tidak memenuhi aturan atau perusahaannya ternyata dipimpin oleh yang beda keyakinan dan lain sebagainya.

Topik tentang kampanye hitam sendiri bisa berubah – ubah tergantung situasi dan kondisi. Ada yang murni membangun daari awal, ada juga yang menggunakan kebencian masyarakat yang sudah ada sebelumnya. Misalnya sebelumnya kebencian terhadap Amerika Serikat yang memborbardir Suriah dan sebelumnya Irak. Lalu sekarang ada Cina yang identik dengan pekerja ilegal yang diduga mengganti pribumi atau membeli aset – aset bangsa. Siapapun yang dikatakan antek Amerika dan Cina maka akan dicitrakan negatif. Hal ini juga tak lepas dari sebagian masyarakat yang tidak punya wawasan luas dan tidak berpikir terbuka dan berpikir kritis dan mengedepankan emosional semata sehingga mudah terpengaruh oleh kampanye hitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar