Di era informasi modern ini, kita tak
bosan – bosannya melihat berbagai macam pesan informasi, baik yang baik
ataupun yang buruk. Dalam hal ini biasanya ketika menjelang Pemilu
terkait gubernur, presiden dan lain – lain akan hadir bersliweran di
dunia maya. Sebenarnya kampanye hitam juga bisa terkait bisnis atau
ekonomi ataupun ruang lingkup sosial lainnya yang tujuannya sangat buruk
dan berdampak buruk bagi orang yang melihat, mendengar dan membacanya.
Yang akan dibahas disini adalah bagaimana kampanye hitam itu bergerak di dunia maya atau sosial media.
Secara umum yang disebut dengan kampanye
hitam adalah menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau
menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon/ sekelompok
orang/ partai politik/ pendukung seorang calon, terhadap lawan mereka.
Ini berbeda dengan menyampaikan kritik terhadap visi dan misi atau
program calon tertentu; yang tidak tergolong black campaign.
Contoh kampanye hitam hingga saat ini terkait politik misal Pak Jokowi yang keturunan Cina, lalu isu rush money, duit bergambar logo PKI.
Kampanye hitam sendiri merupakan bentuk
dari propaganda bersifat hitam, yaitu propaganda yang dilancarkan secara
licik sebagai senjata taktis untuk menipu, penuh kepalsuan, tidak
jujur, tidak mengenal etika dan cenderung berpikir sepihak. Propaganda
ini tidak menunjukkan sumber yang sebenarnya, bahkan kerap juga menuduh
sumber lain yang melakukan kegiatan tersebut. Propaganda ini juga
disebut propaganda terselubung. Ibarat menghantam dengan meminjam tangan
orang lain, kerap digunakan saat suasana genting atau pada waktu perang
menjatuhkan moral lawan.
Lalu bagaimana kampanye hitam itu bekerja, simak penjelasan berikut:
- Apa tujuan kampanye hitam?
Sama dengan pengertiannya, tujuan kampanye
hitam tak jauh dari menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau
menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh seorang calon/ sekelompok
orang/ partai politik/ pendukung seorang calon, terhadap lawan mereka.
Dalam hal ini tujuan kampanye hitam adalah menanamkan gagasan bahwa
pihak yang dimusuhi itu identik dengan hal yang buruk. Selain itu juga
memperlemah gagasan, citra, elektabilitas, dukungan dll dari pihak lawan
atau pihak yang dimusuhi dalam konteks politik, sosial atau ekonomi dan
budaya. Merubah pemikiran orang yang tadinya suka menjadi tidak suka,
yang tadinya tidak suka diperkuat semakin tidak suka.
- Pesan dari kampanye hitam dan bentuknya
Dalam pesan kampanye hitam, unsur utamanya tak jauh – jauh dari image atau
citra, penilaian orang terhadap suatu hal, dan disini ada dua citra
yaitu citra baik dan citra buruk. Citra baik digunakan untuk menarik
perhatian orang, disukai orang, dicintai orang, dan emosi positif
lainnya. Sedangkan citra buruk digunakan untuk dijauhi orang, dibenci
orang, dimusuhi orang, dan emosi negatif lainnya.
Para pembuat kampanye hitam akan
menggunakan citra buruk sebagai unsurnya untuk melawan para pesaingnya
atau pihak yang dimusuhi baik politik atau ekonomi. Lalu bagaimana
bentuknya? Bentuknya sebenarnya beragam namun yang sering ditemukan
adalah labelisasi dan mengasosiasikan sikap dan perilaku buruk kepada
sosok yang dimusuhi.
Contoh yang sering ditemui adalah label – label negatif yang dikaitkan dengan rival
atau pihak yang dimusuhi misalnya label antek asing, antek Amerika,
Komunis, Yahudi, Syiah, Panasbung, Panastak, Kecebong, Onta, Domba,
Ateis, Sekuler, Liberal, Cina, Iran, Rusia, Israel, Radikal dan lain –
lain. Sebagai contoh ada sebuah tulisan baik pendek atau panjang dengan
judul heboh misalnya Pak Wanahog adalah antek asing Amerika, nama
aslinya adalah John Hog lahir di ini itu dan seterusnya. Tak lupa ada
foto dimana Pak Wanahog memakai kaos bendera Amerika di negara Amerika.
Disini pihak pembuat kampanye hitam ingin
memberikan label buruk ke Wanahog yaitu Amerika, lalu kenapa Amerika.
Mungkin karena menurut pemikiran mereka, Amerika adalah negara yang suka
menjajah jadi mereka mengkaitkan Wanahog dengan negara penjajah yang
seolah Wanahog adalah orang yang berteman dengan penjajah sehingga
secara gak langsung Wanahog antek penjajah dan merupakan orang yang
buruk sehingga pantas untuk dimusuhi, dijauhi bahkan dibenci walau hoax atau fakta sekalipun.
Contoh lain misalnya Bob Rozoq tertangkap
kamera seperti sedang mau mukul orang didepannya. Disini orang akan
memasang gambarnya dengan tulisan seolah Bob adalah orang yang kasar.
Padahal dia itu sedang menangkap nyamuk. Lalu kenapa terkait dengan
kasar, karena orang kasar mungkin identik dengan orang jahat, ketika
orang melihatnya, mereka akan gregetan dan jengkel terhadap si Bob
sehingga mereka memusuhi si Bob.
Pada dasarnya tulisan mereka berbau kehebohan, provokatif, tendensius, kontroversi, hoax,
bahasa yang kurang sopan atau kasar, bahkan berbau sentimen suku,
agama, ras , antargolongan atau sara. Padahal mengkaitkan kejahatan
dengan sara saja udah salah apalagi provokatif dan hoax.
- Siapa targetnya?
Targetnya ada tiga yaitu orang yang
sepemahaman dengan mereka atau pro dengan mereka, netral atau tak
memihak, lalu yang kontra atau tidak sepemahaman dengan mereka. Pada
umumnya target mereka adalah remaja, dewasa mungkin bisa anak – anak,
yang tidak bisa berpikir kritis, dan mengedepankan emosional ketimbang
logika seperti mereka yang dengan mudah memberi like pada pengemis like
karena gambar atau video yang menyentuh hati.
- Melalui media komunikasi sosial media apa saja dan penyebarannya?
Media di sosial media seperti facebook,
twitter, instagram yang bisa menjangkau luas orang banyak, bahkan
termasuk forum internet sekalipun.
Dalam sosial media misal seperti facebook
mereka bisa ditemukan dan menyebarkan kampanye hitam baik di beranda
atau sebuah grup terutama grup politik terutama terkait kubu atau partai
tertentu, agama terutama grup yang radikal dan konservatif, sosial,
ekonomi bahkan grup alay sekalipun.
Dalam sewaktu – waktu dalam isu tertentu misal kampanye politik dalam sehari mungkin mereka bisa berkali – kali mengirimkan pesan black campaign ke lebih dari satu atau dua grup. Belum lagi dengan akun kloningan yang banyak. Biasanya mereka akan menggunakan nama akun yang terlihat religius, alay atau mungkin terlihat identik dengan kubu yang dibelanya misal tambahan nama calon, parpol dukungannya. Dengan gambar profile picture yang terlihat religius, ganteng, cantik, terkadang absurd atau logo parpol atau nomor calon yang didukungnya agar dapat menarik perhatian. Siapa yang gak tertarik dengan penampilan alim, ganteng dan cantik. Biasanya ada akun yang baru dibuat untuk memblow up isu – isu tertentu pada waktu tertentu, alias bukan akun yang seolah lama.
Terkadang yang dishare juga
berberuk situs abal – abal yang tidak kredibel dengan judul dan tulisan
artikel yang provokatif atau berunsur hasutan kebecian, tendensius,
heboh, dengan bahasa kasar dan tidak sopan dan tidak beretika.
- Efek yang diharapkan.
Efek yang diharapkan tentunya dengan citra buruk tadi orang akan menjauhi, membenci, memusuhi dan dalam tahap aksi orang akan menolak pihak yang dimusuhi jika pergi ke kawasan mereka, tidak mencoblos calon yang dimusuhi, tidak memberi dukungan dan beralih ke calon lain, tidak menggunakan atau membeli karena produk tersebut tidak aman atau tidak memenuhi aturan atau perusahaannya ternyata dipimpin oleh yang beda keyakinan dan lain sebagainya.
Topik tentang kampanye hitam sendiri bisa
berubah – ubah tergantung situasi dan kondisi. Ada yang murni membangun
daari awal, ada juga yang menggunakan kebencian masyarakat yang sudah
ada sebelumnya. Misalnya sebelumnya kebencian terhadap Amerika Serikat
yang memborbardir Suriah dan sebelumnya Irak. Lalu sekarang ada Cina
yang identik dengan pekerja ilegal yang diduga mengganti pribumi atau
membeli aset – aset bangsa. Siapapun yang dikatakan antek Amerika dan
Cina maka akan dicitrakan negatif. Hal ini juga tak lepas dari sebagian
masyarakat yang tidak punya wawasan luas dan tidak berpikir terbuka dan
berpikir kritis dan mengedepankan emosional semata sehingga mudah
terpengaruh oleh kampanye hitam.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar